Silvikultur Acara 3 : Viabilitas Benih



VIABILITAS BENIH

       I.            Dasar Teori


Menurut Sadjad (1993), viabilitas benih adalah daya hidup benih yang dapat ditunjukkan melalui gejala metabiolisme dan atau gejala pertumbuhan, selain itu daya kecambah juga merupakan tolak ukur parameter viabilitas potensial benih. Pada umumnya viabilitas benih diartikan sebagai kemampuan benih untuk tumbuh menjadi kecambah. Istilah lain untuk viabilitas benih adalah daya kecambah benih, persentase kecambah benih atau daya tumbuh benih. Perkecambahan benih mempunyai hubungan erat dengan viabilitas benih dan jumlah benih yang berkecambah dari sekumpulan benih merupakan indeks dari viabilitas benih.
Pengujian viabilitas benih meliputi metode uji secara langsung dan tidak langsung. Dalam metode uji secara langsung kita dapat mengetahui dan menilai struktur-struktur penting kecambah secara langsung. Sedangkan metode uji secara tidak langsung dapat diketahui mutu hidup benih yang ditunjukkan melalui gejala metabolisme (Suresha et al., 2007). 
Umumnya parameter untuk viabilitas benih yang digunakan adalah presentase  perkecambahan yang cepat dan pertumbuhan perkecambahan kuat dalam hal ini mencerminkan kekuatan tumbuh yang dinyatakan sebagai laju perkecambahan. Penilaian dilakukan dengan membandingkan kecambah satu dengan kecambah lainnya sesuai kriteria kecambah normal, abnormal dan mati (Sutopo, 2002).  
Dua kondisi yang khas dari hasil penelitian mengenai pengaruh kadar air biji dan suhu terhadap lama hidup biji sebagai berikut :
a.         Untuk setiap kenaikan kadar air 1% (pada rentang 5-14%) maka waktu hidup biji akan berkurang setengahnya. Kadar air di bawah 5% akan mengakibatkan autoksidasi edagan kadar air diatas 14% akan memudahkan biji terserang oleh jamur.

b.         Untuk setiap kenaikan suhu 5% maka lama hidup biji berkurang setengahnya dan ini berlaku untuk kisaran suhu 0o-50o C (Winastuti, 2012).


Daftar Pustaka

Sadjad,Sjamsoe’oed.1993.Dari Benih Kepada Benih.PT Gramedia Widiasarana Indonesia: Jakarta.
Sutopo .2002.Teknologi Benih.Fakultas Pertanian UNBRAW.Rajawali Pers : Jakarta.
Suresha, N.L., H.C. Balachandra, H. Shivanna, 2007. Effect of seed size on germination   viability andseedling biomass in Sapindus emerginatus (Linn). Karnataka Journal             of Agricultural. Science 20(2):326-327.
Winastuti.2012.Buku ajar fisiologi pohon.Yogyakarta : FKT UGM.

0 Response to "Silvikultur Acara 3 : Viabilitas Benih"

Posting Komentar