Ekologi Hutan Acara 2 : Analisis Vegetasi Metode Kuadrat

ACARA II
ANALISIS VEGETASI METODE KUADRAT 


Dasar Teori

           Vegetasi merupakan kumpulan tumbuh-tumbuhan, biasanya terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat interaksi yang erat, baik diantara sesama individu penyusun vegetasi itu sendiri maupun dengan organisme lainnya sehingga merupakan suatu sistem yang hidup dan tumbuh serta dinamis (Simorangkir, 2009).
Vegetasi, tanah dan iklim berhubungan erat dan pada tiap-tiap tempat mempunyai keseimbangan yang spesifik. Vegetasi di suatu tempat akanberbeda dengan vegetasi di tempat lain karena berbeda pula faktor lingkungannya. Dari segi floristis ekologis pengambilan sampling dengancara /random sampling/ hanya mungkin digunakan apabila lapangan danvegetasinya homogen, misalnya padang rumput dan hutan tanaman (Marsono,1977).
Analisis komunitas tumbuhan merupakan suatu cara mempelajari susunan atau komposisi jenis dan bentuk atau struktur vegetasi. Dalam ekologi hutan, satuan vegetasi yang dipelajari atau diselidiki berupa komunitas tumbuhan yang merupakan asosiasi konkret dari semua spesies tetumbuhan yang menempati suatu habitat. Oleh karena itu, tujuan yang ingin dicapai dalam analisis komunitas adalah untuk mengetahui komposisi spesies dan struktur komunitas pada suatu wilayah yang dipelajari (Tjitrosoepomo, 2002).
Metode kuadrat adalah salah satu metode analisis vegetasi berdasarkan suatu luasan petak contoh. Kuadrat yang dimaksud dalammetode ini adalah suatu ukuran luas yang diukur dengan satuan kuadratseperti m², cm² dan lain-lain. Bentuk petak contoh pada metode kuadratpada dasarnya ada tiga macam yaitu bentuk lingkaran, bentuk bujursangkar dan bentuk empat persegi panjang. Dari ketiga bentuk petakcontoh ini masing-masing bentuk memiliki kelebihan dan kekurangannya (Rahardjanto,2001).
Metode kuadran mudah dan lebih cepat digunakan untuk mengetahui komposisi, dominasi pohon dan menaksir volumenya. Metode ini sering sekali disebut juga dengan plot less method karena tidak membutuhkan plot dengan ukuran tertentu, area cuplikan hanya berupa titik. Metode ini cocok digunakan pada individu yang hidup tersebar sehingga untuk melakukan analisa dengan melakukan perhitungan satu persatu akan membutuhkan waktu yang sangat lama, biasanya metode ini digunakan untuk vegetasi berbentuk hutan atau vegetasi kompleks lainnya. Beberapa sifat yang terdapat pada individu tumbuhan dalam membentuk populasinya, dimana sifat-sifatnya bila dianalisa akan menolong dalam menentukan struktur komunitas (Jumin, 2002).
Nilai penting merupakan suatu harga yang didapatkan dari penjumlahan nilai relatif dari sejumlah variabel yang telah diukur (kerapatanrelatif, kerimbunan relatif, dan frekuensi relatif). Jika disusun dalambentuk rumus maka akan diperoleh:
Nilai Penting = Kr + Dr + Fr
Harga relatif ini dapat dicari dengan perbandingan antara harga suatuvariabel yang didapat dari suatu jenis terhadap nilai total darivariabel itu untuk seluruh jenis yang didapat, dikalikan 100% dalamtabel. Jenis-jenis tumbuhan disusun berdasarkan urutan harga nilaipenting, dari yang terbesar sampai yang terkecil. Dan dua jenis tumbuhanyang memiliki harga nilai penting terbesar dapat digunakan untuk menentukan penamaan untuk vegetasi tersebut (Syafei, 2001).
Indriyanto (2006) menjelaskan bahwa hasil analisis komunitas tumbuhan disajikan secara deskripsi mengenai komposisi spesies dan struktur komunitasnya. Struktur suatu komunitas tidak hanya dipengaruhi oleh hubungan antarspesies, tetapi juga oleh jumlah individu dari setiap spesies organisme. Hal yang demikian itu menyebabkan kelimpahan relatif suatu spesies dapat mempengaruhi fungsi suatu komunitas, distribusi individu antarspesies dalam komunitas, bahkan dapat memberikan pengaruh pada keseimbangan sistem dan akhirnya akan berpengaruh pada stabilitas komunitas.

Daftar Pustaka

Indriyanto, 2006. Ekologi Hutan. Bumi Aksara, Jakarta.

Jumin, Hasan Basri. 2002. Ekologi Tanaman. Rajawali Press: Jakarta.

Marsono, D.1977.Deskripsi Vegetasi dan Tipe-tipe vegetasi tropika.Yogyakarta : FKT UGM

Rahardjanto, Abdulkadir.  2001.  Ekologi Umum. Umm Press: Malang.

Simorangkir, Roland H., Dkk.Struktur Dan Komposisi Pohon Di Habitat Orangutan Liar (Pongo Abelii), Kawasan Hutan Batang Toru, Sumatera Utara.  Jurnal Primatologi Indonesia, Vol. 6 No. 2 Desember 2009, p.10-20.

Syafei, Eden Surasana. 2001. Pengantar Ekologi Tumbuhan. Bandung: ITB.

Tjitrosoepomo, G. 2002. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press

0 Response to "Ekologi Hutan Acara 2 : Analisis Vegetasi Metode Kuadrat"

Posting Komentar